Perubahan besar dunia menuju KHILAFAH

menuju KHILAFAH photo Menuju-MK-2013.gif

The KHILAFAH Channel

khilafah on livestream.com. Broadcast Live Free
Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 November 2010

Habis Membantai, Tentara Israel Plesiran ke LN Gunakan Maskapai Arab

Sumber media mengungkapkan bahwa tentara Israel akan melakukan penerbangan ke berbagai belahan dunia untuk melakukan perjalanan rekreasi yang didukung oleh tentara pendudukan Zionis, sebagai imbalan setelah mereka berdinas militer dan melakukan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

Menurut laporan dari surat kabar Ha'aretz, diharapkan sekitar 40 ribu tentara Israel akan melakukan wisata ke luar negeri, setelah mereka menyelesaikan dinas militer Angkatan Darat mereka selama bulan Desember ke Timur Jauh dan Amerika Selatan yang perjalanan tersebut diselenggarakan oleh tentara pendudukan Zionis untuk mereka, mencatat bahwa sebagian besar tentara akan menggunakan maskapai penerbangan Arab dalam perjalanan mereka tersebut.

Laporan ini mengklaim tentara yang mayoritas Yahudi itu telah menyelesaikan tugas militer mereka dan sekarang lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk melakukan traveling, di mana terkadang para tentara ini bisa menghabiskan waktu lebih dari enam bulan di India, Thailand dan negara-negara Amerika Latin, dan setidaknya sepertiga dari mereka telah memesan tiket untuk terbang ke negara-negara tujuan rekreasi mereka dengan menggunakan penerbangan Arab, terutama maskapai penerbangan Jordan, maskapai penerbangan Qatar serta maskapai milik UEA.

Alasan para tentara Israel ini melakukan traveling dengan menggunakan maskapai penerbangan Arab adalah karena menurut mereka maskapai Arab lebih murah dibandingkan dengan maskapai penerbangan Israel sendiri, harganya bisa 30 persen lebih murah jika melakukan perjalanan ke luar negeri.(fq/imo)

(http://www.eramuslim.com/berita/dunia/habis-membantai-tentara-israel-plesiran-ke-ln-gunakan-maskapai-arab.htm)

Minggu, 06 Juni 2010

Terungkap, Israel Lempar 4 Orang Aktivis Kemanusiaan yang Terluka ke Laut

Aktivis kemanusiaan Idris Simsek, yang berada di salah satu dari enam kapal armada Kebebasan selama serangan Israel berlangsung, mengklaim bahwa empat aktivis kemanusiaan yang terluka dilemparkan ke laut oleh militer Israel.

Pasukan Israel juga memberikan tekanan psikologis yang besar kepada para aktivis dari armada Kebebasan, lapor harian Turki Zaman Simsek mengatakan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan pada hari Sabtu kemarin (5/6).

Simsek mengatakan mereka sudah memperkirakan akan adanya pelecehan dari tentara Israel, tetapi tidak menyangka akan adanya serangan bersenjata.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia menyaksikan sendiri bagaimana aktivis yang telah mengibarkan bendera putih untuk menyerah tetap ditembak oleh pasukan Israel.

Erol Demir, aktivis lain yang berada di kapal Turki Mavi Marmara, mengatakan mereka memiliki cuplikan film kekacauan dan pembantaian di kapal dan menyatakan bahwa rekaman itu akan menunjukkan wajah asli militer Israel ke seluruh dunia.

"Mereka bahkan menembak orang yang telah menyerah. Many of our friends saw this. Banyak dari teman-teman kami melihat ini. Mereka mengatakan kepada saya bahwa ada orang yang diborgol kemudian ditembak, "tambahnya.

Hakan Albayrak, seorang wartawan dari harian Turki Yeni Safak yang juga berada di atas kapal, berkata, "Ini adalah pembantaian terang-terangan yang Israel lakukan di luar sana. Mereka menyerang kami di perairan internasional. Kami tidak punya senjata. Saya kira kami kehilangan lebih banyak orang. "

Militer Israel menyerang armada Kebebasan di perairan internasional di Laut Mediterania awal pada tanggal 31 Mei, membunuh sembilan warga Turki di salah satu enam kapal armada kebebasan dan melukai sekitar 50 orang lain.

Nasib tiga orang aktivis armada Kebebasan lainnya masih belum diketahui.

Israel juga menangkap hampir 700 aktivis dari 42 negara di kapal armada Kebebasan, yang berusaha mematahkan pengepungan Gaza dalam rangka untuk memberikan 10.000 ton bantuan kemanusiaan kepada orang-orang telah lama menderita di wilayah itu.(fq/prtv)

(http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-lempar-4-orang-aktivis-kemanusiaan-yang-terluka-ke-laut.htm)

Kamis, 03 Juni 2010

KEKECEWAAN RAKYAT PADA PENGUASA yang TAK BRANI pada ISRAEL


Juru Bicara Kepresidenan Bidang Hubungan Luar Negeri Dino Patti Djalal, kepada wartawan di Jakarta kemarin mengatakan, serangan Israel ini akan dibahas dalam pertemuan Presiden SBY dan Presiden Obama, yang dijadwal bertemu bulan ini. (http://www.indosiar.com/fokus/86106/sem
ua-mengutuk-israel)

Aneh...kok Malah mau diskusi ama antek YAHUDI... <(@_@)>...OBAMA kok masih dipercaya...?!

Seruan buat Pak Sby:
'Manfaatkan kekuatan yang dimiliki Bapak, jangan Cuma Mengecam. Pimpin TNI + Densus 88 + Satpol PP buat Melawan Israel di Palestina. Anda Muslim Pak, Anda Pemilik Kukuasaan, Anda Mantan Jendral. Tunjukkan KEBERANIAN Bapak....
Allohu Akbar....!!!

Rabu, 02 Juni 2010

ISRAEL BRUTAL: AS MENDUKUNG, PENGUASA MUSLIM HANYA MENGECAM


[Al-Islam 509] BRUTAL! Untuk ke sekian kalinya, dunia disuguhi tontonan kebiadaban Yahudi-Israel. Israel secara brutal menembaki rombongan relawan dari berbagai negara yang diangkut sembilan kapal. Kapal tersebut membawa setidaknya 10,000 ton bantuan dan 750 aktivis. Turut serta dalam armada ini 44 pejabat pemerintah, anggota parlemen dan aktivis politik Eropa dan Arab, termasuk sepuluh anggota parlemen Aljazair. Armada ini membawa bantuan untuk penduduk Gaza yang lama menderita, apalagi sejak Israel membombardir wilayah tersebut awal 2009 dan terus memblokadenya hingga hari ini.

Para relawan itu dihadang, sebagiannya (tidak kurang dari 19 orang) bahkan dibunuh di atas kapal yang membawanya. Tentara dan penguasa Israel benar-benar telah mengunci rapat mata, telinga, akal dan hatinya; tidak peduli bahwa relawan yang berlayar menuju Gaza itu dalam rangka misi kemanusiaan. Pasalnya, Israel tidak menghendaki terbukanya blokade atas Gaza. Selain 19 korban tewas, “Sejauh ini, 83 telah ditahan, 25 di antaranya telah sepakat untuk dideportasi. Sisanya akan dipenjara.” Demikian kata Jurubicara Kepolisian Israel Sabine Hadad seperti dilansir AFP, Selasa (1/6/2010). Hadad mengatakan, Kepolisian Israel masih akan melakukan penangkapan terhadap ratusan relawan lainnya.

Hampir dua tahun penduduk Gaza menderita akibat blokade Israel. Perbuatan semena-mena tersebut mengakibatkan terputusnya pasokan pangan dan obat-obatan dari luar. Gaza memang sangat bergantung pada impor makanan dan obat-obatan dari luar negeri. Israel juga memperketat penjagaan perbatasan. Israel bahkan menghancurkan Terowongan Gaza yang mensuplai kebutuhan pangan penduduk Gaza. Akhirnya, banyak yang menderita sakit dan kelaparan. Persediaan obat-obatan juga tidak ada. Israel benar-benar menghendaki kematian perlahan bagi penduduk Gaza.

Dukungan Total AS

Berbagai kecaman–hanya sekadar kecaman–mengalir. Namun, seperti biasa, kecaman itu segera lenyap ditelan waktu. Israel pun tetap dengan pongahnya mempertontonkan kebrutalannya. PBB yang katanya berfungsi sebagai penjaga perdamaian dunia hanya membisu menyaksikan kebiadaban Israel atas bangsa Palestina yang sudah berlangsung puluhan, bahkan ratusan kali. Amerika Serikat (AS), yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, tak pernah absen mendukung setiap kebrutalan Israel, baik secara langsung maupun lewat upaya memveto (menggagalkan) setiap resolusi PBB yang merugikan Israel.

AS memang mengecam serangan Israel kali ini, sebagaimana dinyatakan Jurubicara Gedung Putih William Burton (Reuters, 31/5). Namun, dunia pun tahu, itu hanyalah sikap sandiwara AS. Faktanya, AS mendukung penuh setiap tindakan Israel. Bahkan senjata-senjata yang saat ini dipakai untuk membunuhi para relawan adalah senjata-senjata yang dibeli dengan dolar bantuan dari AS. Tahun ini AS bahkan berencana menaikkan bantuan anggaran militer untuk Israel hingga 6 miliar dolar AS pertahun. Ini seperti yang diungkap Wapres AS Joe Biden ketika berceramah di Universitas Tel Aviv. Wapres AS Joe Biden pun telah menjanjikan dukungan penuh Washington terhadap Zionis-Israel. Saat mengadakan pembicaraan terpisah dengan Netanyahu dan Presiden Shimon Peres, Biden menegaskan dukungan total dan absolut Washington (AS) terhadap keamanan Israel (Hidayatullah.com, 22/3/2010).

Menlu AS Hillary Clinton (yang tentu mewakili pemerintahan Obama), dalam kutipan pidatonya di depan konvensi tahunan Komisi Urusan Hubungan AS-Israel–yang dikenal dengan sebutan AIPAC, sebuah lobi kuat yang pro-Israel–di Washington, Senin (22/3) juga meyakinkan Israel, bahwa komitmen AS terhadap keamanan Israel masih “tetap kuat.” (Voanews.com, 22/3/2010).

Kongres AS bahkan menyetujui usulan Presiden Barack Obama untuk mendanai pembangunan Kubah Besi–sistem pertahanan antiroket–milik Israel. Pemungutan suara di Kongres yang digelar pada Kamis (20/5), sebanyak 410 suara mendukung usulan itu dan empat suara menolak. Dengan hasil voting mayoritas ini, dana 205 juta dolar AS sepakat untuk dikucurkan ke Israel. Ini sekaligus membuktikan bahwa pemerintahan AS di bawah Obama tidak ada bedanya dengan pemerintahan AS di bawah George W. Bush dan presiden-presiden AS sebelumnya, yang mendukung penuh Israel. Istilah ”soft power” cuma menjadi ‘gincu’ diplomasi Obama untuk mengelabui Dunia Islam agar tetap berada dalam cengkeraman kepentingan global AS dan lumpuh di hadapan Israel yang biadab.

Penguasa Muslim Hanya Mengecam

Para penguasa dan pemimpin Muslim mengecam tindakan biadab Israel, dalam hal ini terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza ini. “Kami mengutuk kejahatan ini…Setiap orang harus mengutuk tindakan Israel ini,” kata Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa, kepada AFP (31/5). Mousa lebih lanjut mengatakan, bahwa 22 anggota Liga Arab saat ini sedang ‘memikirkan’ langkah selanjutnya terhadap Israel.

Pimpinan Otoritas Palestina Mahmud Abbas pun mengecam serangan Israel itu dengan menyebutnya sebagai pembantaian. Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, juga mengutuk serangan mematikan Israel tersebut yang ia sebut sebagai tindakan yang berbahaya dan gila (31/5). Pemerintah Indonesia pun, melalui Menlu Marty Natalegawa, turut mengecam tindakan Israel ini (Antara, 31/5).

Namun, lagi-lagi para penguasara Arab-Muslim itu hanya mengecam, tidak pernah melakukan langkah nyata, misalnya dengan mengirimkan pasukan dari masing-masing negara mereka untuk melawan kebiadaban Israel. Padahal sudah nyata dan jelas, bangsa ‘kera’ (Yahudi-Israel) ini tidak pernah mengenal bahasa kecaman dan kutukan. Yang paling menyakitkan, penguasa Mesir, Husni Mubarak, tetap enggan membuka satu-satunya pintu masuk ke Gaza, yakni pintu Rafah yang berada dalam kekuasaan Mesir. Rezim Mesir itu tetap tuli dan diam seribu bahasa, sembari dengan tenang dan santainya menyaksikan warga Gaza mati secara perlahan karena blokade dan kekejian Israel.

Perlu dicatat, kepengecutan sikap pemerintah Mesir tidak cukup sampai di sini. Rezim Mesir bahkan meledakkan beberapa terowongan–yang jumlahnya berkisar mulai dari puluhan hingga ratusan–yang menjadi satu-satunya “penghubung” warga Gaza dengan dunia luar. Tindakan keji mereka ini telah memakan korban puluhan pekerja yang sedang mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengais sesuap nasi (28/4). Hanya demi alasan kemanan nasional, rezim Mesir enggan memberi akses keluar bagi warga Gaza yang diblokade. Anehnya, pada saat yang sama, rezim Mesir memberikan jalan bagai pesawat-pesawat Israel untuk berkeliaran di perbatasannya, yang nyata-nyata sebelumnya telah menyerang tentara Mesir. Bahkan Mesir selalu memohon izin kepada Israel untuk menambah prajuritnya, sekalipun hanya seorang, untuk ditempatkan di perbatasan. Tampak sekali rezim Mesir bertindak sebagai antek Yahudi-Israel dan AS.

Wahai kaum Muslim:

Belum cukup buktikah bahwa Yahudi-Israel adalah penjahat perang? Belum cukup jelaskah bahwa Amerika Serikat (AS) selalu mendukung setiap kekejian dan kebiadaban Yahudi-Israel atas kaum Muslim di Palestina? Belum cukup terangkah bahwa para penguasa Muslim selama ini membiarkan begitu saja–bahkan memfasilitasi–setiap tindakan biadab dan brutal Israel atas bangsa Palestina?

Wahai kaum Muslim:

Sesungguhnya metode membela Palestina saat ini adalah dengan cara memaksa para penguasa Muslim agar memobilisasi pasukan mereka untuk berjihad. Sebab, Allah SWT telah berfirman:

]قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ [

Perangilah mereka (orang-orang kafir), niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan menghinakan mereka (QS at-Taubah [9]: 14).

Allah SWT telah mengecam siapapun yang mengabaikan panggilan jihad ini:

]إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا[

Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih (QS at-Taubah [9]: 39).

Wahai kaum Muslim:

Kekejian dan kebrutalan Yahudi Israel sesungguhnya akan terus berulang. Karena itu, umat ini jelas membutuhkan sebuah institusi negara yang kuat, yang bisa menggabungkan seluruh potensi umat Islam; yakni potensi wilayah yang luas, sumber daya manusia dan tentara yang banyak, sumber daya alam yang melimpah serta–yang lebih penting–sumber ideologi yang sahih dan kokoh. Institusi negara yang kuat dan bisa menyatukan semua potensi itu tidak lain adalah Khilafah Islamiyah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah.

Khilafahlah yang pasti akan mampu membebaskan Palestina dan menghancurkan institusi Yahudi sekaligus pelindung dan ‘induk semang’-nya, yakni Amerika Serikat. Tanpa adanya institusi negara yang kuat (super power) yang mewujud dalam Negara Khilafah, maka masalah Palestina dan seluruh persoalan yang menimpa umat Islam di seluruh dunia tak akan pernah terselesaikan.

Sebagaimana Khilafah pada masa lalu bisa menjadi pelayan, pengayom dan pelindung umat Islam dari rongrongan dan serangan bangsa-bangsa kafir selama berabad-abad, maka Khilafah pula saat ini dan ke depan yang bisa melakukan hal yang sama. Hanya Khilafahlah yang bisa menghadapi Israel, AS dan sekutu-sekutunyanya, sekaligus membersihkan antek-antek mereka dari seluruh negeri kaum Muslim. Khilafahlah yang akan memimpin dan mengkomandoi 1,5 miliar kaum Muslim di seluruh dunia untuk berjihad. Khilafahlah yang akan melindungi dan mempertahankan seluruh wilayah dan tanah kaum Muslim. Rasulullah saw. telah bersabda:

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَراَئِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah laksana perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya (HR Muslim).

Sungguh, sekiranya umat ini sadar dan fokus mengembalikan keberadaan Khilafah yang bakal menjadi solusi final atas tragedi Palestina maupun tragedi-tragedi di Dunia Islam lainya, tentu masalahnya tidak akan berlarut-larut seperti saat ini. Karena itu, jangan sekali-kali ragu untuk mendukung para pejuang Khilafah, sekaligus berjuang bersama mereka untuk mewujudkannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman, sambutlah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian untuk menuju sesuatu yang menghidupkan kalian (QS al-Anfal [8]: 24). []

Komentar al-islam:

Jusuf Kalla: Indonesia Harus Protes Israel (Vivanews.com, 1/6/2010).

Kirim pasukan untuk berjihad! Bukan hanya memprotes.

Selasa, 01 Juni 2010

SILAHKAN KALIAN SAMBUT Dengan HORMAT MAKHLUK KEJAM ini.....!!!!

OBAMA si YAHUDI Pelindung bangsa Kera YAHUDI LAKNATULLOH ALAIH...!!!




Photo makhluk yang menjadi "PERISAI YAHUDI"...!!!
PhotobucketPhotobucketPhotobucket

“Kami menentang keras upaya untuk menyebutkan Israel secara terbuka, dan akan menentang tindakan-tindakan yang akan menganggu keamanan nasional Israel,” kata Obama.(bbc, 29/5/2010)

Israel Menyerang Kapal “Mavi Marmara”, 10 Relawan Syahid dan 50 Lainnya Luka-luka

Israel menyerang kapal “Mavi Marmara”, kapal bantuan kemanusiaan, milik IHH Turki yang ditumpangi Tim MER-C dan relawan dari Indonesia lainnya, yaitu KISPA dan Sahabat Al Aqhsa – Hidayatullah.com. Menurut informasi terakhir dari video streaming yang menayangkan kondisi dan kejadian langsung dari kapal “Mavi Marmara” yang dapat diakses di website MER-C (www.mer-c.org) dan website IHH (www.ihh.org.tr), sekitar 10 relawan syahid dan 50 lainnya mengalami luka-luka. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai identitas para korban.ini videonya:





Dari tayangan video streaming tersebut, terlihat helikopter Angkatan Laut Israel mengelilingi dan mencoba untuk mengintimidasi konvoi kapal yang sedang bergerak menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Beberapa saat kemudian terlihat tentara Israel turun dari helicopter dan memasuki kapal “Mavi Marmara” dimana terdapat lebih dari 500 aktifis dan relawan peduli Palestina dari 30 negara. Mohon doanya dari seluruh masyarakat Indonesia....


inilah beberapa Gambaran Rakyat Palestina yng telah menjadi Korban YAHUDI...!!!PhotobucketPhotobucketPhotobucket

Silahkan Sambut OBAMA dengan Hormat Wahai Muslim yang terbutakan.....!!!pantaskah kalian menyandang titel sebagai "Khoiru Ummah"....!?

HANYA KHILAFAH YANG MAMPU MEMBENDUNG KECONGKAKAN MEREKA.....!!!

mari kita Perjungkan SYARIAH & KHILAFAH agar semua ini segera berakhir...
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS Ar-Raad: 11)

Seruan MiauMiau 2

wallohu a'lam bisshowab.

Sabtu, 15 Mei 2010

Obama Setujui Dana untuk Sistem Rudal Israel


WASHINGTON- Presiden AS Barack Obama telah meminta Kongres untuk menyediakan 205 juta dolar AS kepada Israel untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal Kubah Besi, kata Gedung Putih, Kamis (13/5).

“Presiden mengakui ancaman rudal dan roket yang ditembakkan oleh HAMAS dan Hizbullah dan ditimbulkan terhadap orang Israel, dan oleh karena itu memutuskan untuk mengupayakan pendanaan dari Kongres untuk mendukung produksi sistem pertahanan roket jarak dekat Israel yang disebut Kubah Besi,” kata jurubicara Gedung Putih Tommy Vietor, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA.

Sistem pertahanan rudal Kubah Besi, yang dirancang untuk mencegat roket jarak dekat dan akan dikembangkan paling lambat Mei, menghadapi kekurangan anggaran sebesar 800 juta shekel Israel (sekitar 205 juta dolar AS).

Selama konflik militer Israel-Hizbullah pada 2006, sebanyak 4.000 roket ditembakkan oleh Hizbullah ke dalam wilayah Israel utara, dan menewaskan 44 warga sipil.

Sementara itu di Israel selatan, ribuan roket dan mortir dilaporkan telah ditembakkan oleh HAMAS dan kelompok lain gerilyawan Palestina dari Jalur Gaza ke dalam Israel sejak September 2001. (republika.co.id, 14/5/2010)